Cara Uji Normalitas Kolmogorov-Smirnov untuk Satu Variabel; Singkat Sederhana

Artikel ini membahas tentang cara membahas uji normalitas Kolmogorov-Smirnov dengan cara sederhana dan mudah dimengerti oleh para pembaca

SPSS

Gilang Tri Prayogo Yusuf, S.Psi., M.Psi.

7/7/20243 min read

Terlampir berbagai format untuk mensitasi artikel ini ke daftar pustaka (APA, MLA, Chicago, Harvard, Vancouver). Untuk yang mau download beragam format sitasi selain APA, bisa klik tombol dibawah ini: (tersedia dalam format .doc)

APA

Yusuf, G. T. P. (2024, July 07). Cara Uji Normalitas Kolmogorov-Smirnov untuk Satu Variabel; Singkat Sederhana. Statistik Asik. https://statistikasik.com/cara-uji-normalitas-kolmogorov-smirnov-untuk-satu-variabel-singkat-sederhana

Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah sebuah data penelitian berdistribusi normal atau tidak. Dalam analisis statistik parametrik, data berdistribusi normal adalah suatu keharusan sekaligus merupakan syarat mutlak yang harus terpenuhi. Jika didapati data tidak berdistribusi normal, maka pengujian hipotesis penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan analisis statistik non parametrik.

Uji normalitas merupakan salah satu bagian dari uji persyaratan analisis data atau uji asumsi klasik, artinya sebelum kita melakukan analisis statistik untuk uji hipotesis dalam hal ini adalah analisis regresi, korelasi, atau uji lainnya, maka data penelitian tersebut harus di uji kenormalan distribusinya. Tentunya kita juga sudah tahu, kalau data yang baik itu adalah data yang berdistribusi normal.

Salah satu cara untuk mendeteksi kenormalan sebuah data dapat dilakukan dengan teknik shapiro wilk. Uji shapiro wilk pada umumnya dipakai untuk sampel yang jumlahnya kecil (kurang dari 50 data); sementara, untuk jumlah sampel besar (lebih dari 50 data) maka uji normalitas menggunakan teknik kolmogorov smirnov (Mishra dkk., 2019).

Dasar pengambilan keputusan dalam uji normalitas kolmogorov smirnov.

1. Jika nilai signifikansi (Sig.) lebih besar dari 0.05 maka data penelitian berdistribusi normal.

2. Sebaliknya, jika nilai signifikansi (Sig.) lebih kecil dari 0.05 maka data penelitian tidak berdistribusi normal.

Contoh Kasus Uji Normalitas Kolmogorov-Smirnov dalam Penelitian Psikologi

Sekarang kita akan langsung ke pembahasan, yang diuji disini hanya 1 variabel. yaitu variabel memaafkan. Pada contoh ini, misalnya digunakan alat ukur memaafkan dengan jumlah 75 partisipan

Referensi:

Mishra, P., Pandey, C. M., Singh, U., Gupta, A., Sahu, C., & Keshri, A. (2019). Descriptive statistics and normality tests for statistical data. Annals of cardiac anaesthesia, 22(1), 67-72. https://doi.org/10.4103%2Faca.ACA_157_18

Langkah 1; Masukan semua data tadi ke SPSS

Langkah 2; Klik variable view - ubah kolom name sesuai yang diinginkan, untuk kolom lain bisa disesuaikan kebutuhan peneliti. Disini digunakan Scale karena data dianggap masuk kategori interval/rasio.

Langkah 3; klik analyze – descriptive statistic – explore.

Langkah 4; Pindahkan variabel total ke kolom dependent list; Klik hanya opsi plot, pastikan opsi Histogram serta Normality plot with tests juga tercentang; klik continue – ok.

Langkah 5; Muncul hasil output ➜ Lihat hanya pada tabel Test of Normality ➜ Kolom kolmogorov smirnov ➜ lihat nilai Sig. nya

Dalam baris kolom tersebut diketahui bahwa nilai Sig. 003 < .050, maka data penelitian tidak berdistribusi normal.

Karena data dari hasil penelitian ini tidak berdistribusi normal, maka penulis tidak dapat menggunakan statistik parametrik. Alternatifnya adalah menggunakan statistik non-parametrik. Tetapi, jika data peneliti berdistribusi normal, maka hasil data ini dapat dilanjutkan ke statistik parametrik (tentu ada syarat & ketentuan yang berlaku juga hehehe).

Oke sederhananya seperti itu.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Salam sejahtera bagi kita semua. Sekian. Mudah kan.